Cara Menghilangkan Windows 7 Not Genuine karena Update KB971033  

Posted by eko leite

Blogger yang mulia,
Tulisan kali ini khusus buat teman-teman blogger yang menggunakan Microsoft(R) Windows 7 (TM) yang bukan ori punya, alias KW Punya alias bajakan, dengan catatan tulisan ini hanyalah dimaksudkan untuk tujuan edukasi semata, bukan untuk mengangkangi pihak-pihak terkait.
Baiklah kita masuk ke permasalahannya. Terkadang pengguna Win7 Non Ori (selanjutnya disebut Win7NO) tanpa sengaja melakukan update lewat koneksi internet karena settingan update pada Win7NO nya berada pada posisi Automatic. Atau lazimnya disebut Automatic Update ON. Banyak juga yang mematikan fitur Automatic Update dikarenakan cukup menyedot bandwidth internetnya. Namun saya tidak menyarankan untuk mematikan update karena update sangat penting untuk menjaga kondisi Win7NO kita tetap fit tanpa gangguan aplikasi. Saya lebih memilih untuk menyalakan windows update dengan settingan “Check for updates but let me choose whether to download and install them”.

Sekarang kita masuk ke asumsi apabila Update Windows dengan kode KB971033 tanpa sengaja sudah terinstall. Akibatnya, Win7NO temans pastinya di flag atau ditandai sebagai software bajakan. Pada sudut kanan bawah akan keluar seri windowsnya dan ditandai dengan “not genuine”. Untuk itu temans harus melakukan aktivasi windows kembali. Tentu saja karena ini Win7NO kita tidak akan bisa melakukan aktivasi.
Solusinya adalah dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Masuklah ke Control Panel > Programs
2. Pada kolom sebelah kiri, klik View Installed Updates
3. Carilah baris Update for Windows 7 (KB971033), klik di baris tersebut dan klik uninstall.
4. Jika sudah ter-uninstall, tutup semua jendela dan kembali ke desktop.
5. Agar update KB971033 tidak terinstall kembali, bukalah Control Panel > Windows Update. Klik Important Updates Available. Kemudian klik kanan pada baris Update for Windows 7 (KB971033), kemudian pilih Hide Update. Klik OK, dan tutup semua jendela.
6. Klik Start > All Programs > Accessories — Klik kanan pada Command Prompt, dan klik Run as Administrator
7. Pada jendela Command Prompt, masukkan perintah “slmgr -rearm” (tanpa tanda kutip) kemudian tekan enter.
8. Tunggu sampai keluar pesan rearm sukses, kemudian reboot/restart windows.
Sampai di sini jika sukses, temans bisa lihat bahwa tanda bahwa windows temans not genuine telah hilang. Temans tinggal melanjutkan dengan melakukan aktivasi windows 7 lewat program Windows Loader yang maaf tidak tersedia di sini. Untuk itu temans dapat mencarinya dengan bertanya kepada Mbah Google dengan keyword: Windows 7 loader v.1.8.6 by Daz atau Windows 7 Loader Extreme.
Saran saia, aktifkanlah Antivirus sebelum mendownloadnya. Dan download lah dari situs yang bisa temans percaya.
Sesungguhnya solusi terbaik adalah dengan menggunakan Software Asli, bukan bajakan. Atau jika tidak, gunakanlah Sistem Operasi Opensource semacam Ubuntu atau Linuxmint yang pengembangannya gratis dan memiliki komunitas yang luas di seluruh dunia.
Begitu saja, mudah-mudahan berhasil dan berguna.

Akhirnya Mark Zuckerberg Angkat Suara Mengenai SOPA  

Posted by eko leite


Akhirnya Mark Zuckerberg Angkat Suara Mengenai SOPA
 


Meskipun Facebook secara publik menyatakan oposisinya untuk melawan SOPA dan PIPA, namun demikian CEO situs jejaring sosial paling populer di Indonesia ini Mark Zuckerberg secara personal belum pernah angkat bicara mengenai dua buah undang-undang anti pembajakan itu.
Hari ini secara mengejutkan Zuckerberg menulis baik di akun Facebook dan Twitternya berkenaan tentang SOPA ( Stop Online Piracy Act) dan PIPA ( Protect IP Act).
“Katakan pada dewan kongres Anda bahwa mereka seharusnya lebih pro terhadap internet,” demikian kicauan Zuckerberg di akun Twitternya.

Berbeda dengan di Twitter, Zuckerberg menulis secara gamblang pendapatnya mengenai SOPA dan PIPA.

“Internet merupakan alat yang paling kuat untuk menciptakan dunia yang lebih terbuka dan saling terkoneksi. Kita tidak bisa membiarkan undang-undang yang kurang dipikirkan untuk menghambat perkembangan internet. Facebook menentang SOPA dan PIPA, dan secara berkelanjutan kami menentang undang-undang yang akan menyakiti internet.
Dunia saat ini membutuhkan pemimpin politik yang pro internet. Kami telah bekerja dengan orang-orang seperti ini selama berbulan-bulan hanya demi mengeluarkan sebuah alternatif yang lebih baik. Saya mendorong Anda semua untuk mengatakan pada orang yang berada di kongres untuk lebih pro pada internet,”

Seperti yang telah diberitakan oleh Sidomi bahwa hari ini banyak situs yang melakukan black-out terhadap SOPA dan PIPA diantaranya Wikipedia, Reddit, Boing Boing, dan Google pun memberikan aksi yang sama dengan menutup logo mereka. Di Twitter pembicaraan mengenai SOPA dan PIPA telah menjadi trending topic.

Alasan Mengapa Penggaris Dibuat Hanya 30cm  

Posted by eko leite

Alasan Mengapa Penggaris Dibuat Hanya 30cm

Kalau anda pernah melihat penggaris yang dipakai di sekolah dasar dan menengah, kemungkinan besar penggaris itu panjangnya 30 sentimeter. Tigapuluh sentimeter itu lebih kurang sama dengan 12 inci atau 1 kaki (foot, ini satuan panjang ala Kerajaan Inggris).

Dalam bidang komputer dan elektronika, panjang 30 sentimeter memiliki arti khusus. Arti khusus yang penting dan menjadi pegangan dalam merancang dan membangun rangkaian mikroelektronika dan rangkaian terpadu (integrated circuit, IC).

Tigapuluh sentimeter lebih kurang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang elektromagnetik dalam waktu satu per milyar detik. Perioda satu per milyar detik berkorespondensi dengan frekuensi 1 milyar daur (cycle) per detik (giga hertz, GHz), jadi lebih kurang pada orde/skala yang sama dengan kecepatan komputer saat ini.

Faktor 30 sentimeter menjadi penting dalam merancang sebuah rangkaian elektronika yang beroperasi pada frekuensi GHz. Dalam rangkaian elektronika skala GHz, daur arus listrik dalam rangkaian akan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang memiliki panjang pada sekitar skala sentimeter. Jika rangkaian elektronika tersebut berukuran juga pada skala sentimeter, maka insinyur yang merancang rangkaian tersebut harus mempertimbangkan faktor waktu yang diperlukan untuk perambatan gelombang elektromagnetik dalam rangkaian.

Problem serupa, yakni memperhitungkan faktor waktu yang diperlukan untuk perambatan gelombang elektromagnetik, muncul dalam banyak teknologi sehari-hari: radar, telekomunikasi seluler dan satelit, jaringan serat optik (optical fiber), global positioning system, perpetaan, geodesi, dan banyak lagi.

Dalam fisika partikel eksperimen, problem ini muncul ketika fisikawan harus mempertimbangkan waktu tempuh sinyal dalam serat optik dari detektor yang terletak 100 meter di bawah tanah ke komputer yang membaca dan menyimpan data di permukaan tanah. Sebagai contoh, akselerator LHC beroperasi dengan frekuensi 40 MHz atau periode 25 per milyar detik. Setiap 25 per milyar detik, terjadi beberapa tumbukan/interaksi di dalam detektor. Dengan menggunakan aturan 30 sentimeter, kita tahu bahwa selama 25 per milyar detik, cahaya akan menempuh jarak 7.5 meter. Padahal jarak dari bawah tanah ke permukaan tanah adalah 100 meter lebih! Sebelum sinyal dari detektor mencapai permukaan tanah dan direkam dalam komputer, detektor sudah menerima data kembali!

Padahal detektor di bawah tanah pada umumnya memerlukan konfirmasi (handshake) dengan komputer yang terletak di permukaan: apakah sinyal/informasi yang dikirimkan sudah sampai atau belum. Dengan pertimbangan itu, maka detektor di bawah tanah dirancang untuk menyimpan sementara data-data tumbukan/interaksi partikel dalam sebuah tempat penyimpanan sementara (buffer memory). Sehingga bila karena suatu sebab kiriman informasi dari bawah tanah ke permukaan terganggu, detektor di bawah tanah akan menerima kabar dari komputer di permukaan bahwa informasi yang dikirim belum diterima, dan bisa dikirimkan kembali.

Kok bicara fisika partikel eksperimen kedengarannya seperti teknik elektro atau instrumentasi! Ini semua karena kebutuhan: untuk membangun alat eksperimen fisika partikel diperlukan kerjsama antara fisikawan dengan insinyur: baik insinyur teknik tenaga listrik, teknik elektronika, teknik mesin, teknik pendinginan, teknik komputer, teknik sipil, dll. Tanpa kerjasama tersebut, tidaklah mungkin alat dan fasilitas eksperimen fisika partikel bisa dibangun.

Catatan: Penggunaan ukuran 30 sentimeter untuk memberikan ilustrasi/gambaran tentang kecepatan cahaya dan jarak yang ditempuh, dipopulerkan oleh Laksamana Pertama (Commodore/Rear Admiral) Grace Hopper, seorang sesepuh dalam bidang komputer dan informatika. 


sumber